Sistem Reproduksi Manusia

Sistem Reproduksi Manusia

Sistem Reproduksi Manusia

Sistem Reproduksi Manusia
Sistem Reproduksi Manusia

Setiap makhluk hidup akan bereproduksi untuk kelangsungan jenisnya. Demikian juga http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/makalah-sejarah-bpupki/ dengan manusia, mengalami reproduksi untuk kelangsungan hidupnya. Pertambahan jumlah manusia melalui proses reproduksi.

Agar proses reproduksi dapat berlangsung dengan baik haruslah didukung dengan struktur organ reproduksi dan proses fisiologis yang sempurna.

Struktur Alat Reproduksi Sistem Reproduksi Pria

Sistem perkembangbiakan pria tersusun dari organ luar yang terdiri dari penis dan skrotum. Perhatikan Gambar 2.1.

Penis berfungsi sebagai organ perkembangbiakan dan saluran kencing. Di samping penis terdapat kantung yang disebut skrotum yang di dalamnya terdapat testis.

Selama masa pubertas, dua testis mulai menghasilkan sperma, yaitu sel kelamin jantan. Sperma mempunyai struktur sebagai sel-sel tunggal yang tersusun dari kepala dan ekor.

Ekor berfungsi untuk menggerakkan sperma, sedangkan kepala sperma mengandung informasi genetik. Skrotum juga berfungsi untuk membantu mengatur suhu yang sesuai untuk produksi sperma.

Beberapa organ lain juga membantu dalam reproduksi yaitu untuk pengangkutan dan penyimpanan sperma di dalam tubuh.

Setelah sperma dihasilkan dari testis, akan ditampung dalam epididimis. Selanjutnya diangkut melalui saluran yang melingkari kandung kemih.

Di samping kandung kemih terdapat kelenjar yang disebut kelenjar seminal, tempat mencampur sperma dengan cairan yang membantu sperma bergerak. Campuran antara sperma dan cairan ini disebut semen.

Semen meninggalkan tubuh melalui uretra, yaitu saluran yang sama untuk mengalirkan urine ke luar tubuh. Namun demikian antara semen dan air kencing tidak pernah tercampur.

Otot yang berada di belakang kandung kencing berkontraksi untuk mencegah urine keluar dari uretra saat sperma dikeluarkan dari dalam tubuh.

Secara ringkas organ reproduksi pria yang berkaitan dengan fungsinya dapat disusun seperti Tabel 2.1 berikut

Sistem reproduksi wanita

Saat wanita memasuki masa pubertas, sel telur mulaitumbuh dalam organ seksual yaitu sepasang ovarium. Berbeda dengan pria, organ reproduksi wanita merupakan organ internal, karena berada di dalam tubuh (Gambar 2.2) Ovarium terletak dalam rongga badan-bagian bawah.

Kira-kira tiap satu bulan ovarium menghasilkan sebuah sel telur yang masak. Proses ini disebut ovulasi. Dua ovarium tersebut saling bergantian menghasilkan telur tiap bulan.

Telur yang dihasilkan masuk ke dalam saluran telur (Gambar 2.2). Jika dibuahi oleh sperma, sel telur akan terus berada di dalam saluran telur. Rambut-rambut getar yang ada di saluran telur membantu sel telur untuk bergerak menuju uterus (rahim).

Uterus ini mempunyai struktur berongga, bentuknya seperti buah jambu air, dan merupakan organ yang penuh dengan otot.

Dindingnya menebal bila didalamnya terdapat sel telur yang telah dibuahi atau zigot yang tumbuh dan berkembang.

Bagian bawah dari uterus berhubungan dengan bagian luar tubuh melalui adanya tabung berotot yang disebut vagina.

Vagina ini juga disebut saluran kelahiran, sebab sebagai tempat lewatnya bayi saat lahir. Gambar 2.2 menunjukkan struktur organ reproduksi wanita!

Secara ringkas, organ reproduksi wanita yang berkaitan dengan fungsinya dapat disusun seperti padaTabel 2.2 .

Siklus menstruasi

Satu sel telur dihasilkan oleh satu ovarium setiap 28 hari. Apa yang mengendalikan siklus tersebut ? Beberapa perubahan dalam sistem reproduks idikendalikan oleh hormon.

Hormon merupakan cairan kimia yang dihasilkan oleh tubuh untuk mengendalikan proses-proses metabolisme dalam tubuh.

Perubahan yang terjadi tiap bulan pada organ reproduksi wanita disebut siklus menstruasi. Siklus menstruasi pada seorang wanita terjadi setiap periode tertentu, misalnya 28 hari.

Namun demikian siklus menstruasi tersebut sangat bervariasi untuk tiap individu, yaitu berkisar antara 20-40 hari.

Perubahan-perubahan yang terjadi selama menstruasi menyangkut pemasakan sel telur dan penebalan dinding rahim guna menerima sel telur yang telah dibuahi . Jika sel telur di dalam ovarium masak, dinding rahim menebal.

Lebih kurang pada hari ke 14 dari siklus menstruasi yang 28 hari, sel telur dihasilkan dari ovarium, dan dikenal sebagai proses ovulasi

Fertilisasi

Sejak dimunculkannya teori sel pada tahun 1939, ilmuwan mengetahui bahwa manusia berkembang dari sebutir sel telur yang telah dibuahi oleh sperma. Peleburan sperma dengan sel telur dikenal sebagai proses fertilisasi, atau pembuahan.

Sperma ditampung dalam vagina, selanjutnya bergerak melalui uterus menuju saluran uran telur.
Sementara itu umumnya hanya sebutir telur yang dihasilkan, sedangkan jumlah sperma yang tertampung berkisar antara 200-300 juta. Dari sekian banyak sperma, hanya satu yang dapat membuahi sel telur.

Setelah sebuah sperma dapat menembus permukaan luar sel telur saat proses fertilisasi, sel telur segera menyusun penghalang kimiawi.

Artinya sel telur dilapisi oleh senyawa-senyawa  tertentu sehingga jutaan sperma yang lain tidak ikut membuahi sel telur tersebut.

Saat sel telur dengan sperma menyatu pada proses fertilisasi, zigot yang terbentuk mempunyai 46 kromosom dalam intinya.

Sistem Reproduksi Manusia, Struktur Alat Reproduksi Sistem Reproduksi Pria, Sistem reproduksi wanita, Siklus menstruasi, Fertilisasi, masa subur wanita, alat reproduksi wanita, menstruasi, kesehatan reproduksi, menghitung masa subur, haid, cara menghitung masa subur, haid tidak teratur, tanda tanda menstruasi, cara melancarkan haid, reproduksi wanita, kesuburan wanita, masa subur, organ reproduksi wanita, sistem reproduksi pada manusia, sistem reproduksi, haid tidak lancar, kalkulator masa subur, menstruasi tidak teratur, tanda menstruasi, embrio, kalender masa subur, cara menghitung masa subur wanita agar cepat hamil, fase menstruasi, tanda tanda haid, kapan masa subur wanita, alat reproduksi pria, zigot, cara menghitung masa subur wanita, organ reproduksi pria