Serangan mioklonik

Serangan mioklonik

Serangan mioklonik
Serangan mioklonik

Serangan berupa kedutan satu tungkai atau semua tungkai, paling jelas jam pertama setelah bangun atau satu jam setelah tidur (Tambayong, 2002).
Pada kejang primer lepas muatan listrik terjadi pada struktur yang dalam di garis tengah otak, seperti pada thalamus dan batang otak. Pada kejang ini tidak terdapat aura, dan tidak terdapat gejala vocal selama kejang. Sebagai contoh kejang primer adalah petit mall (sekarang dikenal sebagai absens) dan grand mall idiopatik pada anak. Kejang epilepsy grand mall (saat ini dikenal sebagai kejang tonik klonik) merupakan kejang motorik utama yang melibatkan segenap anggota gerak. Jenis kejang ini dapat terlihat sebagai kejang vocal dan menyebar ke arah sentral dan mengalami generalisasi yang menyebabkan Kedua hemisfer atau dapat dimulai sebagai kejang umum.
Epilepsi primer secara umum terbagi tiga, yaitu:
1. Bangkitan tonik klonik (epilepsi grand mall), yaitu jenis bangkitan yang paling dramatis, terjadi pada 10% populasi epilepsy.
2. Bangkitan lena (epilepsi petit mall) yaitu terjadi secara mendadak dan juga hilang secara mendadak (10 – 45 detik), namun dikendali atas postur masih baik, tidak jatuh, biasanya disertai automatisme (gerakan-gerakan berulang), maka berkedip gerakan-gerakan ekstremitas berkurang, gerakan mengunyah.
3. Bangkitan klonik (mio klonik), yaitu berupa kontraksi otot sebagian/ seluruh tubuh yang terjadi secara cepat dan mendadak (Suwono, 2001).

Sumber : https://vhost.id/