Senat UNJ Ada Oknum Parpol yang Peras Carek agar Menang di Pemilihan Rektor

Senat UNJ: Ada Oknum Parpol yang Peras Carek agar Menang di Pemilihan Rektor

Senat UNJ: Ada Oknum Parpol yang Peras Carek agar Menang di Pemilihan Rektor

Senat UNJ Ada Oknum Parpol yang Peras Carek agar Menang di Pemilihan Rektor
Senat UNJ Ada Oknum Parpol yang Peras Carek agar Menang di Pemilihan Rektor

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sedang mencari rektor baru untuk periode 2019-2023.

Anggota Senat UNJ, Abdul Haris Fatgehipon mengatakan, harapan semua perguruan tinggi negeri dalam pemilihan rektor adalah tidak terjadi politisasi. Pengalaman sebelumnya, dalam pemilihan rektor selalu ada pihak lain yang mengatasnamakan partai politik tertentu untuk melakukan kemufakatan dengan calaon rektor (carek). Pihak itu kemudian menjanjikan 35% suara menteri untuknya dan carek diminta untuk membayar sejumlah uang sebagai jaminan kuota 35% tersebut.

Haris menuturkan, kasus seperti ini sering mewarnai pemilihan rektor di daerah dan terjadi setelah senat mengajukan tiga nama kandidat ke Menristekdikti. Padahal menteri sendiri tidak mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu, Senat UNJ akan melakukan pengawasan dan akan bekerja sama dengan media massa.

“Saat ini carek di daerah banyak didatangi broker (calo, red). Kami berharap UNJ

terlepas dari itu (politik uang, red). Makanya kami sebagai senat tegas untuk mengontrol peraturan sehingga terlepas dari hal-hal yang mengotori proses demokrasi perguruan tinggi. Jadi rektor itu kriterianya lebih sulit daripada jadi bupati. Maka dari itu, kami sulit mendapatkannya dan masih banyak calon yang sifatnya tertutup dan malu-malu karena kriteria berat dan karena sulit dan selektif. Jadi jangan dicederai dengan hal yang sifatnya negatif dari luar,” tegasnya dalam konferensi pers di kampus UNJ, Kamis (18/7).

Sementara itu, Sekretaris Senat UNJ, Nadiroh juga mengatakan, persyaratan

tambahan yang harus dipenuhi dalam pemilihan rektor UNJ ini adalah carek wajib melampirkan karya ilmiah lima tahun terakhir.

“Ini ada pesan tambahan dari Plt Rektor UNJ Prof Intan Ahmad. Ia mengharapkan carek melampirkan karya ilmiah lima tahun terakhir dan kalau bisa terpublikasi dengan baik. Itu mengindikasikan bahwa carek itu adalah rektor terbaik karena memiliki pengalaman tulisan yang bereputasi di tingkat internasional,” ujarnya.

Seperti diketahui, selama dua tahun terakhir, UNJ tidak memiliki rektor definitif dan dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) rektor dari Kemristekdikti, yaitu Prof Intan Ahmad. Rektor sebelumnya, Prof Djaali, dipecat Menristekdikti Mohamad Nasir karena tingginya angka plagiarisme di kampus itu.

Ketua Senat UNJ, Prof Hafid Abbas mengatakan, isu plagiarisme di kampus yang telah diselesaikan ini termasuk pengalaman paling berharga untuk pelajaran di masa mendatang.

“UNJ saat ini tertib dan tidak ingin kasus seperti dahulu (plagiat, red). Mahasiswa saat ini sudah memahami tradisi baru. Kami membangun tantangan akademis yang kukuh di sini. S-1 hingga S-3 harus terbiasa buat jurnal,” ujarnya.

Dengan begitu, apabila ada kasus terkait dengan pemerintah yang tidak bersih atau berhubungan dengan korupsi, tentu akan diproses secara hukum. “Tentu kita (senat, red) mengapresiasi keputusan apapun,” terangnya.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/bedhaya-ketawang-dan-bedhaya-semang/