Puasa sepanjang tahun (Shaum ad-Dahri)

Puasa haram


Puasa yang diharamkan yaitu:

a. Puasa pada hari syak/meragukan, yaitu hari ke 30 bulan Sya’ban, kecuali bila bertujuan untuk puasa qadha, puasa sunnah yang sudah menjadi kebiasaan, dan puasa karena melanggar sumpah (puasa kaffarah).
b. Hari-hari sesudah Nisfu Sya’ban
Dari Abu Hurairah Rasulullah saw. bersabda: “Apabila tinggal setengah dari Sya’ban, janganlah kamu berpuasa.” (HR. At-Tirmidzi).
Namun dalam kitab Fathul Mu’in dan Hasyiah I’anatuth Thalibin jilid 2 hal 273, keharaman ini tidak berlaku mutlak.
c. Puasa pada hari raya Idhul Fitri dan Idhul Adha.
d. Puasa pada hari tasyrik, yaitu hari ke-11, ke-12, dan ke-13 bulan Dzulhijjah, kecuali untuk dam (sebagai ganti dari menyembelih kurban).
e. Puasa sepanjang tahun (Shaum ad-Dahri), yakni puasa setiap hari di sepanjang tahun, kecuali pada lima hari yang diharamkan puasa, yakni dua hari raya (Idhul Fithri dan Idhul Adha) dan tiga hari tasyrik.
Dari Abdullah bin Syikhir dia berkata, Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa berpuasa selamanya, maka (dia dipandang) tidak berpuasa dan tidak pula berbuka.” (HR. Ibnu Majah [1705], an-Nasai, Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Hiban, Ibnu Khuzaimah, al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah, sanad hadits ini shohih).
f. Puasa wishal, yakni melakukan puasa secara berkesinambungan sehari semalam atau lebih tanpa berbuka.
Dari Aisyah r.a. ia berkata: Rasulullah saw. melarang dari wishal karena rasa kasihan kepada mereka. Mereka (para sahabat) bertanya: Sesungguhnya engkau sendiri melakukan wishal? Beliau saw. menjawab: Sesungguhnya kau tidak seperti kalian, karena Tuhanku telah memberi makan dan minum kepadaku. (HR. Bukhari [1964], Muslim dan an-Nasai).
g. Puasa perempuan yang haid dan nifas.
h. Puasa sunnah (Shaum Tathawwu’) seorang wanita tanpa izin suaminya.

Artikel Terbaru