Prinsip operasional

Prinsip operasional

–          IDB menjadi khalifah (pelopor) pembangunan berdasarkan landasan islam

–          IDB proaktif

–          IDB selalu menjaga hubungan dan berusaha meningkatkan kerjasama

–          IDB menjadikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat sebagai target sebelum menyusunnya menjadi program

–          IDB berkonsultan dengan intens kepada setiap stakeholders dalam setiap program yang diajukan

  1. Fokus Kerjasama

–          Pembangunan manusia

–          Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan

–          Pembangunan infrastruktur

–          Kejasama perdagangan antar negara anggota

–            Pembangunan sektor swasta

–          Kajian dan pengembangan dibidang ekonomi, perbankan dan keuangan islam

Area operasi IDB

Lebih dari 600 juta orang hidup di negara-negara IDB. Pendapatan perkapita dari 55 negara tersebut adalah US $ 1,083. Semua anggota bank adalah negara-negara berkembang dan 23 dari merekan adalah negara kurang berkembang. Bantuan keuangan dan teknis bank mencapai komunitas muslim di luar negara anggota yang berjumlah sekitar 60 negara. IDB mengabulkan pinjaman bebas bungan jangka panjang (10-15 tahun) bagi pemerintah untuk membantu membiayai proyek utama di area infrastruktur, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan agrikultur. Terpisah dari proyek pembiayaan, operasi bank termasuk pembiayaan perdagangan, promosi sektor swasta, bantuan khusus dan beasiswa, kerja sama teknis, program dukungan perset pemuda, dan dana unit investasi.

Mereka menargetkan pengembnagaan pendanaan jalan raya dan pembuatan rel kereta api. Mereka menyediakan modal dan penasihat teknis kepada negara-negara yang tertarik dalam membangun bank Islam. Mereka menyetujui untuk membiayai Bank Islam untuk meminjamkan uang kepada pengusaha umum ataupun swasta untuk pendirian perusahaan berdasarkan syariah Islam kecil dan menengah. Mereka juga menyediakan bantuan teknis, dan fasilitas pelatihan bagi personel yang terlibat dalam kegiatan pengembangan di negara anggota.