Potongan penjualan

Potongan penjualan

Potongan penjualan

Potongan penjualan
Potongan penjualan

Sebagai pelaksanaan dari politik dagang perusahaan memberikan potongan dengan syarat-syarat tertentu sehingga penjualan dan piutang dagang akan berkurang. Selain itu penjualan juga akan berkurang apabila barang yang telah dijual dikembalikan oleh pembeli karena suatu hal (retur)

Potongan Rabat (quantity Discount)

Potongan rabat adalah potongan harga yang diberikan atas pembelian dalam jumlah besar. Caranya tergantung pada kebijakan akuntansi yang ditetapkan manajemen perusahaan. Dalam neraca Piutang dicatat sesuai dengan harga faktur setelah dikurangi rabat sehingga tidak perlu disediakan rekening potongan penjualan, atau total faktur sebelum sebelum dikurangi rabat dengan menyediakan rekening potongan penjualan. Sebaiknya digunakan cara yang pertama karena di dalam neraca tidak perlu ditampilkan potongan penjualan, namun masalah diperlukan atau tidak tergantung penuh pada manajemen perusahaan.

Potongan Tunai (Cash Discount)

Potongan tunai adalah potongan harga yang diberikan atas pembayaran tunai sebelum tanggal yang ditentukan dan bila pembayaran tidak dilakukan sebelum tanggal tersebut maka potongan menjadi batal. Piutang dicatat sesuai dengan harga jual bila pembeli melunasi hutangnya sebelum tanggal ditentukan maka diberikan potongan penjualan maka Jurnalnya sbb

Kas 98,000.00
Potongan penjualan 2,000.00
Piutang 100,000.00

Piutang dagang dicatat melalui prosedur yang terdapat pada aplikasi penjualan yang menerbitkan bukti transaksi penjualan yaitu Faktur penjualan dan faktur Pajak.

Selanjutnya Bagian buku besar membukukan transaksi tersebut pada buku besar memalui jurnal penjualan, berdasarkan faktur.

Kerugian Piutang

Penjualan kredit memberikan kesempatan kepada pembeli untuk menunda pembayaran sehingga mau membeli dengan jumlah yang relatif besar. Namun penjualan kredit mempunyai resiko yaitu karena banyak debitur yang tidak melunasi bahkan mungkin pada situasi tertentu tidak mampu melunasi utang sebagaimana mestinya. Kejadian tersebut jelas menimbulkan kerugian kepada penjual dan hal itu harus dicantumkan dalam laporan rugi laba dengan nama kerugian piutang.

Ada dua cara untuk mencatat kerugian piutang yaitu metode penghapusan langsung dan metode cadangan kerugian piutang.

Metode penghapusan langsung

Piutang tak tertagi dicatat setelah perusahan mendapat keyakinan bahwa piutang tidak akan dapat ditagih. Kepastian untuk itu diperoleh setelah debitur dnyatakan pailit oleh instansi yang berwenang atau keterangan lainya.

Misalnya pada tanggal 10 Agustus 1998 PT. X dinyatakan pailit akibat akibat penjarahan besar-besaran yang terjadi sejak kerusuhan mei lalu. Perusahan X masih mempunyai utang kepada PT. Y sebesar Rp.10.000.000,00. Kejadian tersebut dicatat oleh PT. Y sebagai kerugian piutang sbb :

Kerugian piutang 10.000.000,00
Piutang dagang 10.000.000,00

Metode cadangan kerugian piutang

Besarnya kerugian piutang ssesungguhnya hanyalah merupakan taksiran yang didasarkan pada pengalaman. Bedasarkan taksiran tersebut disediakan suatu rekening penilaian “Cadangan kerugian piutang” yang bertujuan untuk mengubah nilai piutang sehingga nilai yang tercantum dalam rekening piutang tetap menunjukan nilai tunainya.

Kerugian piutang 10.000.000,00
Cadangan kerugian Piutang 10.000.000,00

Rekening Cadangan kerugian piutang adalah rekening yang bernilai kredit.

Sumber :https://pesantrenkilat.id/lucky-patcher-apk/