Perut Kedutan: Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Perut Kedutan: Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Kedutan adalah suasana yang seluruh orang tentu dulu mengalaminya. Salah satu area tubuh yang kerap mengalami kedutan adalah perut. Apakah Anda kerap merasakan perut kedutan? Jangan panik dulu. Lebih baik baca informasi kedutan di perut berikut ini!

Apa Itu Perut Kedutan?
Perut kedutan adalah suatu suasana di mana terhadap area tubuh yang satu ini telah berlangsung kontraksi otot. Kontraksi otot berikut lantas memunculkan denyut yang termasuk disertai sensasi kram.

Pada umumnya, perut berdenyut seperti ini bukanlah suatu suasana yang beresiko dan wajib dikhawatirkan. Kedutan pun idealnya bakal berhenti bersama dengan sendirinya sehabis beberapa saat, bakal namun sanggup saja kedutan menjadi tandanya dari ada kasus kesegaran tertentu.

Penyebab Perut Kedutan
Mengetahui apa saja yang menjadi penyebab perut kedutan perlu agar Anda tahu bagaimana cara menanganinya cocok bersama dengan faktor penyebab tersebut. Berikut ini adalah penyebab perut berdenyut yang wajib diketahui.

1. Dehidrasi
Penyebab yang pertama adalah dehidrasi. Akibat tubuh kehilangan banyak cairan elektrolit, entah itu melalui mekanisme keringat, urine, atau membuang air besar terhadap kasus diare, suasana ini mungkin berdampak terhadap timbulnya sensasi berkedut terhadap otot, termasuk otot perut.

Mengapa perihal ini sanggup terjadi? Jawabannya sebab otot butuh elektrolit (kalsium, magnesium, dan potasium) agar sanggup berfaedah bersama dengan baik. Ketika otot tidak mendapat memadai asupan elektrolit, otot tidak sanggup menjalankan fungsinya secara maksimal. Salah satu tandanya adalah kedutan.

Tak hanya itu, dehidrasi termasuk ditandai oleh tanda-tanda lainnya seperti:

Kehausan
Sakit kepala
Kepala pusing
Urine berwarna gelap
2. Otot Tegang
Ini menjadi penyebab perut kedutan yang paling umum. Otot yang tegang sendiri disebabkan oleh beraneka faktor, keliru satunya kesibukan fisik seperti sit-up yang dilaksanakan bersama dengan intensitas tinggi dan frekuentif.

Gejala lainnya yang ikut menyertai terhadap kasus otot perut tegang adalah:

Nyeri atau kram terhadap area perut
Intensitas nyeri makin tambah saat laksanakan gerakan
3. Penyakit Radang Usus
Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif adalah penyebab perut berdenyut lainnya yang umum terjadi. Ya, walaupun beberapa besar kasus kedutan di perut tidak berbahaya, nyatanya suasana ini termasuk sanggup mengindikasikan ada penyakit benar-benar yang sedang menjangkiti diri Anda.

Akan tetapi, perut berdenyut baru sanggup dikatakan sebagai tanda-tanda radang usus andaikan disertai bersama dengan gejala-gejala lainnya seperti:

Penurunan berat badan
Diare
Sembelit
Kram perut
Kelelahan
Produksi keringat berlebih (terutama di malam hari)
4. Iritasi Usus
Pada kasus yang lebih parah, perut yang berkedut disebabkan oleh penyakit iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS).

Sama seperti terhadap kasus peradangan usus, perut berdenyut akibat penyakit IBS termasuk disertai oleh sejumlah tanda-tanda lainnya yaitu:

Nyeri atau kram perut
Perut kembung
Sembelit
Diare
Produksi gas berlebih di dalam perut
5. Gas Perut
Produksi gas di dalam perut andaikan amat terlalu berlebih termasuk sanggup memicu perut kedutan. Kondisi ini termasuk diiringi bersama dengan sejumlah ciri lainnya yaitu:

Perut kembung
Nyeri perut
Perut jadi penuh
Frekuensi kentut meningkat
6. Gastritis
Gastritis adalah suasana di mana lambung mengalami peradangan (inflamasi). Keduanya lantas termasuk menjadi penyebab mengapa perut Anda berkedut. Gangguan lambung ini utamanya disebabkan oleh infeksi bakteri, lebih-lebih bakteri Helicobacter pylori. Selain itu, infeksi termasuk sanggup dilaksanakan oleh virus yaitu rotavirus dan virus Norwalk.

Selain perut kedutan, gastritis termasuk ditandai oleh gejala-gejala berikut:

Mual dan muntah
Diare (khusus gastroenteritis)
Sakit perut
Perut kembung
7. Gastroparesis
Gastroparesis adalah penyakit penyumbatan (ileus) terhadap organ lambung.

Penyakit ini kebanyakan dialami oleh mereka yang menderita penyakit gula darah atau diabetes. Salah satu tanda-tanda yang terlihat adalah perut berkedut.

8. Kolitis
Kurangnya suplai darah menuju organ usus dan usus besar memicu seseorang menderita penyakit yang dalam dunia medis dikenal sebagai kolitis (non-infeksikus).

Jenis kolitis ini lantas memicu penderitanya mengalami sejumlah gejala, keliru satunya yaitu area perut yang berkedut.

9. Kolitis Infeksius
Sementara itu, kolitis infeksius adalah penyakit terhadap usus besar (kolon) yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Clostridium, Salmonella, dan E. coli, termasuk parasit bernama Giardia.

Salah satu tanda-tanda umum dari model kolitis ini termasuk sama, yaitu perut menjadi lebih kerap berdenyut atau berkedut.

10. Ileus
Penyakit proses pencernaan lainnya yang menjadi penyebab perut berdenyut adalah ileus.

Kondisi ini berlangsung saat usus menjadi “malas” dan tidak sanggup menjalankan fungsinya bersama dengan baik. Adanya infeksi, peradangan, konsumsi narkoba, sampai pengaruh samping pasca operasi menjadi penyebab seseorang menderita ileus.

11. Konstipasi
Susah membuang air besar (BAB) atau dalam dunia medis dikenal bersama dengan makna konstipasi adalah suasana saat usus tidak memadai sanggup laksanakan gerakan peristaltik manfaat mengeluarkan limbah tubuh (feses) dari dalam tubuh. Hal ini sebab feses amat keras.

Kurangnya serat di dalam tubuh menjadi penyebab utama dari konstipasi atau sembelit ini. Akibat kotoran tidak sanggup dikeluarkan, usus bakal mengembang manfaat menaikkan tekanan. Alhasil, otot perut menjadi kram dan berkedut.

Penyebab Perut Kedutan terhadap Ibu Hamil
Perut berkedut termasuk menjadi suasana yang ‘akrab’ bersama dengan ibu hamil. Hal ini dipicu oleh sejumlah faktor, yaitu:

Kontraksi Braxton-Hicks
Gas perut
Peregangan otot perut
Pergerakan janin
Hendaknya tidak wajib jadi cemas andaikan Anda yang kini sedang hamil menjadi kerap mengalami perut berdenyut. Jika ragu, berkonsultasilah bersama dengan dokter manfaat mendapatkan informasi lebih lanjut.

Diagnosis Perut Kedutan
Pada kasus-kasus tertentu, diagnosis perut yang berkedut mungkin wajib dilaksanakan manfaat mencari tahu penyebabnya dan juga memilih metode penanganan yang sesuai.

Dalam mendiagnosis suasana ini, dokter bakal laksanakan tes seperti:

Anamnesis riwayat medis
Tes fisik
Tes darah
Pemeriksaan anggota dalam perut pakai metode pencitraan (imaging) seperti ultrasonografi (USG) dan CT scan
Pengobatan Perut Kedutan
Pada kasus yang ringan, seperti kram otot misalnya, perut yang berkedut kebanyakan tidak butuh pengobatan spesifik dan sanggup hilang bersama dengan sendirinya sehabis beberapa saat.

Akan tetapi, untuk kedutan yang disebabkan oleh penyakit spesifik sebagaimana telah disebutkan di atas, penanganannya sanggup bersama dengan menambahkan obat-obatan cocok bersama dengan penyakit yang mendasarinya tersebut. Obat-obatan yang dimaksud di antaranya:

Kortikosteroid
Antasida
Antibiotik
Antispasmodik
Obat analgesik (ibuprofen, acetaminophen, dsb.)
Perlu diperhatikan, pemakaian obat-obatan di atas tidak sanggup serampangan dan wajib cocok arahan dari dokter yang mengatasi Anda.

Selain itu, pengobatan medis termasuk idealnya diiringi oleh pengobatan berdiri sendiri di tempat tinggal yang terdiri dari:

Minum banyak air putih
Pijat
Meletakkan handuk hangat di atas perut
Mandi air hangat
Istirahat yang memadai

Baca Juga :