Perkembangan Sosial dan Moral siswa (psikososial)

 Perkembangan Sosial dan Moral siswa (psikososial)

Pendidikan, ditinjau dari sudut psikososial (kejiwaan kemasyarakatan), adalah upaya penumbuhkembangan sumberdaya manusia melalui proses hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi) yang berlangsung dalam lingkungan masyarakat yang terorganisasi, dalam hal ini masyarakat pendidikan dan keluarga. Berdasarkan hal ini, tentu tak mengherankan apabila seseorang siswa sering menggantungkan responsnya terhadap guru pengajar dan teman-teman sekelasnya. Positif atau negatifnya persepsi siswa terhadap guru dan teman-temannya itu sangat mempengaruhi kualitas hubungan sosial para siswa dengan lingkungan sosial kelasnya dan bahkan mungkin dengan lingkungan sekolahnya.

Seperti dalam proses-proses perkembangan lainnya, proses perkembangan sosial dan moral siswa juga selalu berkaitan dengan proses belajar. Konsekuensinya, kualitas hasil perkembangan sosial siswa sangat bergantung pada kualitas proses belajar (khususnya belajar sosial) siswa tersebut baik dilingkungan sekolah maupun dlingkungan lebih luas. Ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilaku sosial yang selaras dengan norma moral, agama, moral tradisi, moral hukum, dan norma moral lainnya yang berlaku dalam masyarakat siswa yang bersangkutan.

  1. Pengembangan Belajar Siswa

Dari pemaparan diatas tentang kematangan siswa dilihat dari psiko-fisiknya. Kematangan dalam diri siswa adalah suatu wadah yang siap untuk diisi, diolah atau di kembangkan, yang bertujuan menjadikannya produk yang bermutu tinggi.

 Pengembangan belajar siswa itu sangat penting dalam menunjang pencapaian tujuan pendidikan yaitu menjadikan anak bangsa cerdas dan berpancasila. Pengembangan belajar siswa itu meliputi pengembangan Aspek kognitif, Afektif dan Psikomotor. Dengan maksud demi menjadikan sumberdaya manusia yang berkualitas dan lebih aplikatif. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan di paparkan tentang pengembangan 3 ranah tadi, Sebagai berikut:[12]

3.1.   Aspek Kognitif

Aspek kognitif dalam pendidikan merupakan aspek yang berkaitan dengan pengetahuan. Artinya kegiatn belajar mengajar beretujuan menambah tingkat pengetahuan dan wawasan siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Aspek kognitif dapat ditelusuri dari suatu keadaan dimana siswa mendapatkan penambahan pengetahuan dari yang semula tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak me

Sumber :

https://advertorial.co.id/meluncur-di-indonesia-ini-harga-xiaomi-mi-a1/