Pentingnya menggabungkan konsumsi zink dan vitamin C

Apakah Anda selalu sibuk dengan komitmen aktivitas harian? Jika demikian, Anda perlu berhati-hati untuk memilih cara yang tepat untuk mencegah sistem kekebalan tubuh Anda agar tidak mudah sakit. Selain cukup istirahat dan makan secara teratur, Anda juga harus menyeimbangkan konsumsi seng dan vitamin C. Kenapa kamu harus bersama? Apakah ini ada hubungannya dengan proses penyerapan vitamin C? Lihat semua jawaban di ulasan berikut.

Pentingnya menggabungkan konsumsi zink dan vitamin C

Karena aktivitas padat yang harus Anda jalani setiap hari, Anda perlu mempertahankan tubuh yang sehat agar Anda tidak mudah sakit. Terutama jika diet Anda tidak teratur, ada kemungkinan satu atau dua nutrisi dalam tubuh tidak terpenuhi.

Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan masalah kesehatan, termasuk melemahnya sistem kekebalan tubuh. Jadi ini akan langsung mempengaruhi aktivitas harian Anda. Misalnya, jika Anda sakit, walaupun hanya batuk-pilek atau batuk normal, pada akhirnya akan menghambat aktivitas penting sehari-hari.

Tidak perlu khawatir, di sinilah peran seng dan vitamin C akan mengambil alih pertahanan tubuh Anda. Mengapa? Pertimbangkan fungsi seng dan vitamin C berikut ini:
Fungsi seng

Mengatur fungsi sistem kekebalan tubuh
Mencegah serangan flu
Cegah pneumonia atau infeksi sistem pernapasan lainnya

Fungsi vitamin C

Mencegah penurunan sistem kekebalan tubuh
Mengurangi risiko penyakit jantung
Cegah komplikasi flu yang lebih serius, seperti pneumonia dan infeksi paru-paru
Mempercepat penyembuhan dari infeksi atau peradangan

Setelah sepenuhnya memahami fungsi seng dan vitamin C, dapat disimpulkan bahwa kombinasi kedua nutrisi ini akan sangat berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh Anda setiap hari.
Mengapa Anda membutuhkan seng untuk menyerap vitamin C?

Kebanyakan orang memprioritaskan sumber asupan vitamin C, terlepas dari asupan seng. Padahal, seng dapat membantu penyerapan vitamin C dengan baik saat dimakan atau dikonsumsi pada saat bersamaan.

Karena, menurut European Journal of Immunology, seng dalam tubuh bermanfaat untuk aktivasi sel T (limfosit T). Sel T sendiri bekerja di dalam tubuh dengan dua cara. Cara pertama adalah mengendalikan respons imun. Yang kedua menyerang sel-sel yang membawa kuman. Jadi, jika tubuh Anda kekurangan seng, sistem kekebalan tubuh Anda juga terganggu.

The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa orang tanpa seng akan rentan terhadap berbagai patogen (kuman) yang pada akhirnya menyebabkan penyakit.

Sementara itu, menurut penelitian di World Journal of Gastrointestinal Pathophisiology, kekurangan seng dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Dengan sistem pencernaan yang tidak optimal, jelas penyerapan nutrisi lain, termasuk vitamin C, terganggu. Ya, para ahli telah menghubungkan kekurangan seng dengan kadar sedang dengan penyerapan makanan yang tidak mencukupi.

Oleh karena itu, perlu juga mengonsumsi cukup seng agar tubuh dapat menyerap vitamin C maksimum. Tidak ada gunanya menyediakan banyak vitamin C dalam tubuh jika tidak dapat diserap. Akhirnya, vitamin C kembali akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
Apa sumber seng dan vitamin C?

Ada banyak sumber seng dan vitamin C yang bisa Anda temui dengan mudah setiap hari. Sumber makanan dengan kandungan vitamin C tinggi seperti jeruk, jambu biji, pepaya, kiwi, stroberi, nanas, mangga, brokoli, dan kembang kol. Sementara sumber makanan yang kaya akan seng adalah daging sapi, kacang panjang, kacang polong, pecan, bayam, daging ayam atau bebek dan berbagai jenis makanan laut.

Namun, jika Anda tidak dapat mengonsumsi vitamin C dan seng secara bersamaan, masih ada alternatif lain yang dapat Anda lakukan. Memenuhi kebutuhan seng dan vitamin C dalam tubuh dengan mengonsumsi suplemen Redoxon.

Karena, Redoxon mengandung kombinasi vitamin C dan seng (formula aksi ganda) yang dapat membantu menjaga daya tahan dan memuaskan nutrisi yang dibutuhkan selama puasa. Jangan lupa untuk selalu membaca aturan penggunaan sebelum minum Redoxon!

Baca juga :