Pengertian dan Penyebab OCD

Apa itu OCD OCD adalah kelainan psikologis yang membuat orang menjadi obsesif-kompulsif dan obsesif. OCD adalah penyakit yang menyebabkan pasien mengalami kecemasan, ketakutan, dan kecemasan, sering mengulangi hal yang sama berulang kali. Tindakan ini akan membuat seseorang memenuhi keinginannya.

Penyebab OCD

Sebelum mendeskripsikan OCD atau gangguan obsesif kompulsif, penting bagi orang dengan OCD untuk mengetahui kata-kata mereka dan berbicara peristiwa atau peristiwa secara berurutan, dari awal hingga akhir. Jika dia merasa salah untuk mengatakan, maka dia akan berbicara lagi dari awal jika dia tidak yakin bahwa ekspresinya terlihat mengkhawatirkan.

Jadi apa penyebab sebenarnya dari OCD? Sampai sekarang, penyebab pasti OCD belum diketahui dengan pasti, tetapi pengaruh lingkungan dan keturunan dianggap memainkan peran dalam memicu OCD.

Memiliki anggota keluarga dengan OCD meningkatkan risiko pengembangan OCD. Gen spesifik dianggap mempengaruhi perkembangan otak dan meningkatkan faktor risiko OCD. Namun, jenis gen yang berpengaruh ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Selain itu, kejadian yang menyebabkan orang mengalami trauma dapat menyebabkan OCD, terutama bagi orang yang berisiko OCD. Meskipun tidak menyebabkan OCD, stres dapat memperburuk gejala OCD.

Kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko mereka yang mengalami OCD adalah perfeksionis, sangat terlatih dan sangat teliti.

Gejala OCD

Pada dasarnya, OCD adalah pikiran untuk mengkhawatirkan apa yang dimiliki seseorang, dan ada obsesi besar dalam benaknya. Jadi, untuk memandu obsesinya, pasien bekerja (berulang kali) untuk mengurangi kecemasannya. Kondisi ini muncul karena sulit bagi orang untuk mengendalikan keinginannya sehingga perilakunya tidak normal.

Gejala OCD yang ditemukan pada setiap pasien berbeda. Sementara beberapa orang ringan, menghabiskan sekitar satu jam menderita obsesi dan perilaku obsesif, yang lain sangat dipengaruhi oleh penyakit sampai menjadi sulit untuk mengendalikan hidupnya.

Pasien OCD umumnya menderita pola pikir dan perilaku tertentu. Ada empat tahapan utama untuk status OCD. Keterikatan, kegelisahan, paksaan, dan kelegaan sementara.

Obsesi terjadi ketika pikiran pasien terus dikendalikan oleh rasa takut atau kecemasan. Obsesif-mindedness dan kecemasan kemudian akan menyebabkan dorongan di mana pasien melakukan sesuatu untuk menghilangkan kecemasan dan stres.

Perilaku wajib akan meyakinkan pasien untuk sementara waktu, tetapi obsesi dan kecemasan akan muncul kembali dan menyebabkan pasien mengulangi pola tersebut.

Berikut adalah contoh gejala OCD lain yang dapat Anda kenali:

1. Ulangi aktivitas yang sama

OCD adalah penyakit yang menyebabkan orang terus-menerus memeriksa sesuatu berulang kali. Pasien dengan OCD berulang kali memeriksa barang berbahaya dan barang lainnya. Contohnya memeriksa pintu rumah dan kompor berkali-kali.
2. Atur semuanya secara berurutan

Gejala-gejala OCD ini memungkinkan orang untuk mengelola segala sesuatu secara teratur dan paralel. Misalnya, jika Anda mengubah posisi item yang Anda pangkas, Anda tidak bahagia. Kondisi ini membuat Anda menghasilkan ide berulang kali.
3. Hobi mengoleksi barang bekas

Rintangan ini membuat Anda tertarik untuk mengumpulkan barang bekas yang Anda temukan. Pasien OCD percaya bahwa produk bekas akan bermanfaat di masa depan. Apakah rumah Anda penuh dengan barang bekas?
Munculnya ide negatif

Mereka yang mengalami OCD sering memunculkan ide-ide yang tidak diinginkan seperti perilaku agresif. Misalnya, seseorang mungkin ingin tiba-tiba bersumpah tanpa alasan yang jelas.

Bagaimanapun, meskipun sifat perfeksionis dapat dikaitkan dengan gejala OCD, tidak semua fitur perfeksionis setara dengan gangguan OCD. OCD bukan hanya kecemasan berlebihan. Jika paksaan dan obesitas mulai mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, segera konsultasikan dengan dokter atau psikolog Anda.
Diagnosis OCD

Orang dengan OCD sering tidak memeriksa sendiri dokter mereka, karena mereka merasa malu dengan apa yang telah mereka alami. Padahal, penyakit ini selama ini merupakan penyakit seperti penyakit tidak menular lainnya.

Beberapa langkah dapat diambil untuk mendiagnosis gangguan ini, termasuk:

Lakukan pemeriksaan fisik dan klinis untuk menyingkirkan penyakit lain. Diagnosis OCD umumnya didasarkan pada referensi DSM-5 (manual untuk diagnosis dan statistik gangguan mental).
Saya melakukan evaluasi psikologis. Secara umum, dokter bertanya tentang pola perilaku, tanda dan perasaan yang terjadi. Faktanya

baca juga :