Pengertian Asas-Asas Pendikan

Pengertian Asas-Asas Pendikan

Asas pendidikan Islam adalah asas perkembangan dan pertumbuhan dalam perikehidupan yang berkeseimbangan antara kehidupan duniawiah dan ukhrawiah, jasmaniah dan rohaniah atau antara kehidupan materiil dan mental spiritual. Asas-asas yang lain dalam pelaksanaan operasional seperti asas adil dan merata, asas menyeluruh dan asas integralitas, adalah juga dijadikan pegangan dalam pendidikan praktis sesuai pandangan teoritis yang dipegangi.[1]

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata asas bermakna suatu kebenaran yang menjadi pokok dasar atau tumpuan berfikir (berpendapat).[2] Disebutkan pula terdapat kosa kata prinsip semakna dengan kata asas, jadi dapat dikatakan bahwa asas sama dengan prinsip. Dengan demikian yang dimaksud dengan asas pendidikan Islam adalah prinsip pendidikan Islam yaitu, kebenaran yang dijadikan pokok dasar dalam merumuskan dan melaksanakan pendidikan Islam.

Prinsip-prinsip ajaran ini digunakan dalam merumuskan dan melaksanakan ajaran Islam. Prinsip-prinsip ini sifatnya permanen karena merupakan suatu ajaran dan tidak boleh dihilangkan atau diubah karena ketika prinsip tersebut dihilangkan atau diubah maka menghilangkan sifat dan karakter pendidikan Islam.[3]

  1. Asas-Asas Pokok Pendidikan

Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau  tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusus untuk pendidikan di Indonesia, terdapat sejumlah asas yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Asas-asas tersebut bersumber baik dari kecenderungan umum pendidikan didunia maupun yang bersumber baik dari pemikiran  dan pengalaman sepanjang sejarah upaya pendidikan di Indonesia. Diantara berbagai asas tersebut, tiga buah asas akan dikaji lebih lanjut dalam paparan ini.

  1. Asas Tut Wuri Handayani

Asas tutwuri handayani, yang kini menjadi semboyan Depdikbud, pada awalnya merupakan salah satu dari ”Asas 1922” yakni tujuh buah asas dari perguruan nasional taman siswa (didirikan 3 juli 1922). Sebagai asas pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sistem among dari perguruan itu. Asas maupun semboyan tutwuri handayaniyang dikumandangkan oleh kihajar dewanatara itu mendapat tanggapan positif dari Drs. R.m.p sustra kartono (filsafat dan ahli bahsa), yakni ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas, yakni:

  1. ing ngrasa sung tulada (jika didepan, menjadi contoh)
  2. ing madya mangun karsa (jika ditengah-tengah, membangkitkan kehendak, hasrat adalah motivasi)
  3. tut wuri handayani (jika dibelakang, mengikut dengan asas)

Dari sisi lain, pendidik setiap saat siap memberi uluran tangan apabila diperlukan anak, ing ngarsa ing tulodo (didepan memmberi contoh) adalah hal yang baik melihat kebutuhan anak maupun pertimbangan guru. Ing madya mangun karsa (ditengah membangkitkan kehendak) diterapkan dalam situasi kurang bergairah adalah ragu-ragu untuk mengambil keputusan atau tindakan, sehingga perlu di upayakan untuk motivasi, ketiga semboyan tersebut sebagi satu kesatuan asas (ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani) telah menjadi asas penting dalm pendidikan di indonesi

 

https://bobhenneman.info/crossworlds-apk/