Optimalkan Pengenalan Budaya Akademik, 1.785 Mahasiswa Baru IAIN Pontinak Nginap di Kampus

Optimalkan Pengenalan Budaya Akademik, 1.785 Mahasiswa Baru IAIN Pontinak “Nginap” di Kampus

Optimalkan Pengenalan Budaya Akademik, 1.785 Mahasiswa Baru IAIN Pontinak “Nginap” di Kampus

Optimalkan Pengenalan Budaya Akademik, 1.785 Mahasiswa Baru IAIN Pontinak Nginap di Kampus
Optimalkan Pengenalan Budaya Akademik, 1.785 Mahasiswa Baru IAIN Pontinak Nginap di Kampus

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Pontianak tahun 2019 dikemas secara berbeda. Sebanyak 1.785 mahasiswa baru diharuskan ‘berkemah’, menginap di kampus selama orientasi PBAK.

Rektor IAIN Pontianak, Syarif mengatakan, mahasiswa baru

berkemah di kampus selama PBAK, dalam rangka mengoptimalkan proses pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan.

“Diharapkan mahasiswa baru IAIN Pontianak mendapatkan bekal yang memadai dalam berkiprah di kampus dan menjadi garda terdepan penyebar Islam moderat dan penjaga gawang NKRI,” ujarnya di Pontianak, Selasa (27/8).

Dengan diinapkan, lanjut Syarif, panitia memiliki waktu yang cukup dan efektif untuk memberikan informasi tentang moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan dapat menggembleng mental dan spiritualitas mahasiswa baru.

“Jika pun dipersepsikan PBAK IAIN Pontianak sebagai pesantren kilat

, tidaklah keliru, karena banyak agenda yang bernuansa keagamaan, seperti Shalat Fardu Berjamaah, Tahajud, dan sebagainya,” kata Mantan Wakil Rektor II ini.

Mewakili Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis, Kasi Pengembangan Profesi PTKIN, Muhammad Aziz Hakim mengapresiasi kreasi yang dibuat IAIN Pontianak dalam penyelenggaraan PBAK.

“Sistem kemah atau inap ketika PBAK barangkali satu-satunya dan pertama kali diselenggarakan oleh PTKIN se-Indonesia,” katanya.

Aziz Hakim berharap, PBAK menjadi momentum mahasiswa baru

untuk memikul tanggung jawab baru, yakni tanggung jawab sosial. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki rasa tanggung jawab sosial, tak hanya tanggung jawab individual.

“Dalam arti, mahasiswa harus ditempa untuk memiliki kepekaan sosial dalam rangka memperjuangkan nasib rakyat kecil,” tegas Mantan Presiden Mahasiswa IAIN Walisongo itu.

Alumnus Universitas Indonesia ini lalu memaparkan tantangan mahasiswa saat ini. Selain persaingan kualitas di dunia global, radikalisme dan intoleransi dalam kehidupan berbangsa juga menjadi tantangan yang harus direspon dengan tepat. Karenanya, mahasiswa harus belajar menggali ilmu agama agar menjadi pencerah bagi umat.

“Anda harus jadi pribadi yang mencintai Islam sekaligus mencintai Indonesia,” tegasnya.

PBAK IAIN Pontianak berlangsung dari 26-29 Agustus 2019. Hadir dalam pembukaan, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pasca, dan seluruh pejabat struktural IAIN Pontianak. Pengurus SEMA dan DEMA juga ikut ambil bagian dalam ritus penyambutan mahasiswa di kalangan PTKI

 

Baca Juga :