Nahdhatul Ulama Organisasi ini lahir sebagai penganut Imam Syafi’i

Perkembangan Umat Islam di Indonesia abad 20-21

Di era Indonesia Modern, Islam tumbuh dan berkembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, selain sebagai agama terbesar yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, Islam juga menjadi bagian dari identitas politik dan perjuangan. Selain sebagai identitas politik, Islam pun khususnya di Jawa terbagi menjadi beberapa golongan kelas sosial, menurut Clifford Geertz dalam Agama Jawa: abangan, santri, priyayi dalam kebudayaan Jawa, mengungkapkan tentang adanya trikotom kelompok-kelompok Islam di Jawa yang terbagi atas abangan, santri dan priyayi. Pengelompokan ini ternyata telah mempengaruhi banyak orang dalam melakukan analisis baik tentang hubungan antara agama dan budaya, ataupun hubungan antara agama dan politik.
Pada abad ke 20, perlawanan bangsa Indonesia tidak hanya dalam bentuk perlawanan militer dan politik, tetapi meluas ke dalam hampir semua bidang kehidupan seperti politik, ekonomi dan sosial. Pada masa ini muncul sejumlah organisasi Islam moderen yang menerapkan prinsip pengetahuan rasional dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Organisasi tersebut diantaranya adalah:

1. Muhammadiyah
Organisasi Muhammadiyah didirikan pada tahun 1901 oleh K.H. Ahmad Dahlan. Organisasi tetsebut didirikan tanpa persetujuan atau izin dari Pemerintah Kolonial. Para Pemimpin Muhammadiyah mempunyai hubungan dengan luar negeri, seperti Mesir dan Turki, sehingga hubungan tersebut dijadikan kesempatan oleh Pemimpin Muhammadiyah dalam membangkitkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia yaitu dengan mendatangkan majalah dan surat kabar yang bisa membangkitkan rasa kenasionalan bangsa Indonesia. Pemerintah Kolonial tidak senang terhadap apa yang dilakukan organisasi Muhammadiyah tersebut karena didalamnya banyak orang-orang asing dengan pengaruhnya dalam membangkitkan semangat baru Indonesia sehingga pemerintah belanda menolak adanya organisasi ini.
2. Nahdhatul Ulama
Organisasi ini lahir sebagai penganut Imam Syafi’i. Nahdhatul Ulama berarti “Kebangkita para Ulama”. Organisasi ini kemudian menjadi suatu kelompook yang mengikuti paham Syafi’i. Di dirikan pada tanggal 31 januari 1926. NU berpraktek ibadah menurut ajaran Imam Syafi’i dan dalam dasar sehari-hari sebagai aliran yang berpegangan kepada mazhab Ahlussunnah wal Jamaah. Pembentuk isi NU sendiri adalah KH Hasyim Asy’ari sedang KH Abdul Wahab Hasbullah beliau merupakan pembentuk NU menjadi organisasi.[5]


Sumber: https://swatproject.org/