Meski Banyak Keluhan, Muhadjir Ngotot Terapkan HOTS

Meski Banyak Keluhan, Muhadjir Ngotot Terapkan HOTS

Meski Banyak Keluhan, Muhadjir Ngotot Terapkan HOTS

Meski Banyak Keluhan, Muhadjir Ngotot Terapkan HOTS
Meski Banyak Keluhan, Muhadjir Ngotot Terapkan HOTS

Penerapan High Order Thingking Skill (HOTS) yang sempat menuai polemik tidak akan dihentikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pasalnya, sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

mengaku, dirinya mendapatkan aduan-aduan terkait sulitnya soal sistem tersebut, namun menurutnya jumlah aduan itu berbanding terbalik jumlahnya dengan yang menerima soal HOTS.

“Jumlah yang mengadu dengan yang enggak, ya banyak yang enggak lah. Yang ngadu nggak sampai 100 orang, sementara pesertanya 21 juta orang,” tutur Muhadjir saat ditemui di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (25/6).

Menurut Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu, soal ujian yang ada sudah sesuai standar dan telah disosialiasikan ke sekolah-sekolah walaupun belum semua. Bahkan, lanjut Muhadjir, ada beberapa guru ada yang masih belum memahami perubahan dalam materi HOTS.

“Patokan Internasionalnya PISA ya kita harus bertetapan.

Saya sangat paham mereka pasti kesulitan tapi harus diketahui juga yang berprestasi juga banyak, itu artinya kemampuan anak kita bisa dibandingkan bangsa lain ketika kita menerapkan PISA itu,” terangnya.

Oleh karena itu, Muhadjir akan terus berupaya mensosialisasikan penerapan Hots ke sekolah-sekolah. Sehingga, baik guru dan murid akan terbiasa dengan strateginya yang bertujuan mencapai pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

Untuk aduan-aduan yang masih ingin disampaikan, Muhadjir t

etap membuka sistem hotline Kemendikbud. Sehingga, setiap kecurangan, penyimpangan, pelanggaran Ujian Nasional kemarin dapat ditindak tegas olehnya.

“Terus dibuka, setiap saat ada tim pelayanan kita. Kalau ada penyimpangan juga bisa ketahuan, kita harus berterimakasih karena aduan jadi sadar sistem yang kita reserve belum tentu sempurna dan masih ada kemungkinan penyimpangan di lapangan,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://rushor.com/materi-simantik-dan-etimologi/