MENGAJARKAN ANAK UNTUK TIDAK PELIT BERBAGI

MENGAJARKAN ANAK UNTUK TIDAK PELIT BERBAGI

Seringkali ditemukan kisah orang tua yang mengeluh bahwa anaknya tidak inginkan berbagi bareng teman. Padahal memang terdapat fase dimana perilaku susah berbagi adalahhal yang lumrah yaitu fase egosentris di umur 1-3 tahun. Namun bertolak belakang ketika anak sudah memasuki usia 4-6 tahun, anak diinginkan sudah bisa bermain bareng anak beda dan bergantian. Maka dari itu, orang tua bisa mengajarkan anak guna berbagi secara perlahan-lahan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalahtips simpel untuk mengajarkan anak berbagi:

1. Orang tua menjadi role model

Anak bakal tanggap dengan lingkungan melalui keterampilan observasinya terhadap perilaku orang tua dalam bersosialisasi. Dalam kesehariannya, anak bakal belajar nilai-nilai sosial dari apa yang ia lihat. Saat orang tua hendak mengajarkan anak guna berbagi maka tunjukkan lah perilaku berbagi dengan orang lain. Hal ini dapat dibuka dengan perilaku sederhana contohnya saat makan bareng anak. Orang tua bisa berbagi makanan bareng anak, “Nak, Ibu senang sekali dengan kue ini. Kamu mau? Ibu hendak berbagi denganmu supaya anda merasakannya juga” atau ketika Ibu berbagi makanan untuk Bapak, tersebut juga memberikan misal berbagi untuk anak dalam kehidupan sehari-hari.

2. Berikan pujian masing-masing anak mengindikasikan perilaku berbagi

Saat anak mengindikasikan sikap berbagi, berikanlah respon positif terhadap perilakunya, contohnya “Wah, anda mau berbagi kue ini sama Ibu? Terimakasih ya, Ibu senang sekali”. Terkadang orang tua suka lupa menyerahkan respon positif bahkan tidak jarang meremehkan laksana dengan gurauan “Ih kok tumben kasih mama?” Atau “Oh..baik banget sekarang, seringkali pelit” dan lainnya. Dengan menyerahkan pujian terhadap perilaku berbagi, diinginkan anak tanggap dan semakin percaya diri.

3. Bermain dengan permainan yang dapat dilaksanakan bersama

Saat anak tidak inginkan berbagi mainan dengan rekan atau saudaranya, orang tua bisa menengahi dengan menyerahkan permainan yang mempunyai perangkat yang tidak sedikit misalnya bermain masak-masakan atau bermain menciptakan bentuk. Amatilah interaksi anak dan temannya ketika bermain, andai mereka sudah berlalu dengan satu permainan maka bisa meminta anak bertukar secara bergantian. Berikan anak pujian ketika mereka inginkan bergantian sampai-sampai anak tanggap untuk memahami hal positif yang ia lakukan.

4. Minta anak memilih apa yang boleh dibagi

Perlu dikenang bahwa orang tua pun perlu menghargai keputusan anak ketika belum inginkan berbagi. Anak mempunyai hak guna memilih dan menilai urusan apa yang ia hendak bagi. Maka saat anak memegang sejumlah barang atau makanan, orang tua bisa bertanya untuk anak mana barang atau makanan yang bisa dibagikan. Hal ini pun sebagai sarana mengajar anak untuk memungut keputusan dalam berbagi. Apabila saat tersebut dia tidak inginkan berbagi, orang tua bisa bertanya mengapa ia tidak inginkan berbagi. Di sisi lain, orang tua bisa menekankan pun kepada anak bahwa andai mainan ini milik individu maka mainan tersebut boleh dipecah atau tidak. Namun, andai permainan kepunyaan umum atau orang beda maka mainan mesti digunakan sama-sama.

Perilaku berbagi ialah sebuah keterampilan yang dapat diajar pada anak. Jadi kerjakan tips berbagi dalam keseharian bareng anak sampai-sampai anak menjadi terbiasa. Dengan begitu, perlahan-lahan anak tidak pelit guna berbagi dengan orang di sekitarnya.

Sumber : https://www.lipperhey.com/en/www.pelajaran.co.id//