Konstanta COCOMO

Konstanta COCOMO

Konstanta COCOMO

Konstanta COCOMO
Konstanta COCOMO

 

Penggolongan suatu proyek perangkat lunak

didasarkan pada sistem aplikasi dimana perangkat lunak tersebut dikembangkan dan lingkungan pendukungnya.

Penggolongan ini terbagi atas:

  • Organic mode: digunakan pada proyek-proyek kecil dengan sedikit pekerja dan dikembangkan pada lingkungan yang tidak memerlukan program antar-muka (interface) yang kompleks, contoh: pembuatan situs mandiri untuk perusahaan;
  • Semi-detached mode: dalam mode ini produk dikembangkan dalam sistem yang memiliki banyak batasan atau syarat tertentu untuk pemrosesan dalam perangkat keras dan lunak tertentu. Apabila terjadi perubahan pada sistem maka akan menyebabkan biaya produksi akan bertambah tinggi, contoh: transaksi sistem pada database sebuah bank;

Embedded mode:

mode ini merupakan kombinasi antara dua mode di atas dan memiliki karekteristik gabungan antara keduanya. Proyek mode ini dikembangkan ke dalam serangkaian perangkat keras, lunak dan batasan operasional yang ketat, contoh: aplikasi pengontrolan penerbangan pada pesawat terbang.
Adapun konstanta yang dibutuhkan pada masing-masing mode tersebut adalah (didapatkan dari hasil riset Boehm):
Tipe sistem
ca
Ma
cb
Mb
Organic
2.4
1.05
2.5
0.38
Semi-detached
3.0
1.12
2.5
0.35
Embedded
3.6
1.20
2.5
0.32
Dengan demikian rumusan dasar di atas, dapat digunakan untuk perhitungan-perhitungan sebagai berikut:
  • (Eeffort = CA x (size)^ MA
    (satuan: ManMonth dalam
    COCOMO
    I
    (Person Month dalam COCOMO II) = 152 jam kerja);
  • (Dduration = CB x E^MB
        (satuan: Month);
  • Productivity= size / E (satuan: KLOC/Man Month);
  • Average staffing = E / D (satuan: FTE = Full Time Employees, yaitu jumlah orang yang bekerja penuh dalam 1 hari kerja ~ 8 jam )

Penggunaan COCOMO

Adapun langkah-langkah untuk menghitung estimasi dengan menggunakan Basic COCOMO adalah:
1: Menghitung estimasi informasi nilai total domain, yaitu informasi mengenai karakter spesifik perangkat lunak yang akan dihasilkan;
2: Menyesuaikan kompleksitas proyek berdasarkan faktor pemberat dan “cost drivers” (∑ Fij ); kemudian menghitung estimasi jumlah titik fungsi (Function Points);
FP = nilai total domain * [0.65 + 0.01 * ∑ Fij];
3: Menghitung estimasi LOC (Line of Code). Tekniknya dasarnya sama dengan yang digunakan dalam perhitunga PERT (three points estimation), dengan cara;
  • EV = (Sopt + 4 Sm + Spess) / 6, dimana:
    EV berarti Estimated Value;
  • Atau menghitung KLOC/ FP (dari tabel
    hasil
    riset
    )
    berdasar pada bahasa pemrograman yang digunakan dalam implementasi proyek perangkat lunak;
4: Memilih kompleksitas proyek (menentukan C dan M), dari organic, embedded atau semi-detached model.
5: Menghitung E = effort dan D = duration, dengan demikian akan menghasilkan estimasi usaha, biaya dan waktu.

Menghitung nilai domain

Untuk menghitung karakter spesifik produk perangkat lunak yang akan dihasilkan, digunakan analisis domain sebagai berikut:
Informasi nilai domain (Simple Average Complex)    Jumlah
Jumlah input pemakai     3     4         6      *         =
Jumlah output pemakai     4 5         7      *         =
Jumlah inquiry pemakai     3     4         6      *         =
Jumlah file             7     10     15      *         =
Jumlah eksternal interface     5     7     10      *         =      +

Keterangan:

  • Input pemakai: setiap input data dari user yang dipakai untuk menjalankan aplikasi.
  • Output pemakai: setiap hasil output dari proses yang ditampilkan kepada user.
  • Inquiry pemakai: setiap on-line input yang menghasilkan responsi software secara langsung.
  • Jumlah file: setiap master file yang menjadi bagian dari aplikasi.
  • Eksternal interface: setiap interface (sarana) eksternal yang menyalurkan informasi dari sistem satu ke sistem lainnya.

Baca Juga