Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Konsekuensi Masyarakat Multikultural

Interseksi

Konsekuensi Masyarakat Multikultural – Inteseksi adalah titik perpotongan atau pertemuan atau persilangan antara dua garis atau dua arah. Menurut soerjono soekanto, dalam kamus sosiologi, section atau seksi adalah suatu golongan etnis dalam suatu masyarakat majemuk.

Ciri – ciri interseksi adalah memiliki keragaman sifat – sifat berdasarkan ras, suku, bangsa, dan agama.

Contoh  interseksi di kalangan masyarakat adalah mereka hidup tersebar di nusantara, mereka mempunyai status sosial dan agama yang berbeda.

Sebagai suatu progres interseksi mempunyai akibat terhadap kemajemukan masyarakat, diantaranya :

  1. Meningkatkan solidaritas
  2. Menimbulkan potensi konflik.

Saluran interseksi di indonesia ada 3, yaitu :

  1. Hubungan ekonomi
  • Melalui perdagangan
  • Melalui perindustrian
  1. Hubungan sosial
  • Melalui perkawinan
  • Melalui pendidikan
  1. Hubungan politik
  2.     Konsolidasi

Konsolidasi adalah suatu proses penguatan atau peneguhan keanggotaan individu atau beberapa kelompok yang berbeda dalam suatu kelompok.

Ciri – ciri konsolidasi adalah persamaan fisik / biologis yang bersifat umum sepertimelayu mgonoloid.

Contoh konsolidasi di masyarakat adalah suku bangsa betawi dan bangsa lain di kelompokkan menjadi satu ras, karena persamaan fisik.

Multual akulturasi

Multual akulturasi adalah interaksi yang berjalan terus menerus sehingga menimbulkan rasa menyukai kebudayan lainnya dan secara sadar atau tidak, individu – individu masyarakat tersebut akan mengikuti dan menggunakan perwujudan kebudayaan lain tadi.

Ciri – ciri multual kulturasi adalah bercampurnya budaya lokal dengan budaya asing.

Contoh multual akulturasi di masyarakat adalah dengan adanya rumah makan padang hampir di setiap wilayah indonesia, dan keberadaannya di terima oleh masyarakat setempat.

Primordialisme

Primordialisme adalah suatu paham atau pandangan yang memegang teguh hal –hal yang dibawa sejak kecil.secara etimologis primordialisme barasal dari kata bahasa latiprimus ( pertama ) dan ordiri ( tenunan atau ikatan ).

Ciri – ciri primordialisme adalah suatu kelompok mempunyai ideologi, agam atau kepercayaan tersendiri, sehingga ingin membuat golongan atau suku tersendiri.

Contoh primordialisme adalah sikap fanatik dari budaya sendiri sehingga menolak yang datang dari luar.

Stereotip etnis

Stereotip etnis adalah akibat pengaruh suatu persepsi tertentu dan berfungsi untuk meyakinkan diri sendiri.

Ciri – cirinya adalah :

  • Memiliki kecenderungan untuk mengidentifikasikan dirinya dengan suku bangsa tertentu.
  • Sering mengidentifikasikan bahwa perilaku seseorang barkaitan dengan atar belakang suku bangsanya.

Contohnya adalah orang budha yang mengidentifikasikan sikap orang isalm.

Politik aliran

Politik aliran merupakan konsikuensi lain dari bentuk struktur – struktur  sosial.

Ciri – cirinya adalah memiliki aliran yang berbeda satu sama lain.

Contohnya adalah banyaknya partai di indonesia membuktikan banyaknya aliran dan ideologi yang berkembang dimasyarakat.

Pluralisme dan nasioalisme

Pluralisme dan nasionalisme adalah keinginan individu – individu atau kelompok untuk menyatukan berbagai ras atau agama menjadi satu.

Ciri – cirinya adalah munculnya keinginan untuk menyatukan berbagai adat, budaya, etnis, dan kesukuan dalam bangsa.

Contohnya adalah munculnya ‘’ gerakan emantisipasi wanita ‘’ yang di pelopori oleh R.A. kartini pada tahun 1912.

Baca Artikel Lainnya: