Ketuhanan Yang Maha Esa

Ketuhanan Yang Maha Esa

Ketuhanan Yang Maha EsaKetuhanan Yang Maha Esa

Selalu tertib dalam menjalankan ibadah.

Ø    Tidak berbohong kepada guru maupun teman.

Ø    Bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang menyayanginya.

Ø    Tidak meniru jawaban teman (menyontek) ketika ulangan ataupun mengerjakan tugas di kelas.

Ø    Tidak mengganggu teman yang berlainan agama dalam beribadah.

Ø    Menceritakan suatu kejadian berdasarkan sesuatu yang diketahuinya, tidak ditambah-tambah ataupun dikurangi.

Ø    Tidak meniru pekerjaan temannya  dalam mengerjakan tugas di rumah.

Ø    Percaya pada kemampuan sendiri dalam melakukan apapun , karena Allah sudah memberian kelebihan dan kekurangan kepada setiap manusia.

  1. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Ø    Menolong teman yang sedang kesusahan.

Ø    Tidak membeda-bedakan dalam memilih teman.

Ø    Berbagi makanan dengan teman lain jika sedang makan didepan teman lain.

Ø    Mau mengajari teman yang belum paham dengan pelajaran tertentu.

Ø    Memberikan tempat duduk kepada orang tua, ibu hamil, atau orang yang lebih membutuhkan saat ada di kendaraan umum.

Ø    Tidak memaki-maki teman bersalah kepada kita.

Ø    Meminta maaf atau memaafkan apabila melakukan kesalahan.

Ø    Hormat dan patuh kepada guru, tidak membentak-bentaknya.

Ø    Hormat dan patuh kepada orang tua.

  1. Persatuan Indonesia

Ø    Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

Ø    Bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah.

Ø    Tidak berkelahi sesama teman maupun dengan orang lain.

Ø    Memakai produk-produk dalam negeri.

Ø    Menghormati setiap teman yang berbeda ras dan budayanya.

Ø    Bangga menjadi warga negara Indonesia.

Ø    Tidak sombong dan membangga-banggakan diri sendiri.

Ø    Mengagumi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia.

  1. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Ø    Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman dalam menyelesaikan masalah.

Ø    Memberikan suara dalam pemilihan.

Ø    Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

Ø    Menerima kekalahan dengan ikhlas apabila kalah bersaing dengan teman lain.

Ø    Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

Ø    Berani mengkritik teman, ketua maupun guru yang bertindak semena-mena.

Ø    Berani mengemukakan pendapat di depan umum.

Ø    Melaksanakan segala aturan dan keputusan bersam dengan ikhlas dan bertanggung jawab.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Ø    Berlaku adil kepada siapapun.

Ø    Berbagi makanan kepada teman lain dengan sama rata.

Ø    Seorang ketua memberikan tugas yang merata dan sesuai dengan kemampuan anggotanya.

Ø    Seorang guru memberikan pujian kepada siswa yang rajin dan memberi nasihat kepada siswa yang malas.

Ø    Tidak pilih-pilih dalam berteman.

Ø    Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

Ø    suka bekerja keras

Ø    tidak bersifat boros

Ø    Mengharggai hak orang lain

  1. Karakter yang Diharapkan bangsa Indonesia

kebaruan. Karakter individu yang dijiwai oleh sila-sila Pancasila pada masing-masing bagian tersebut, dapat dikemukakan sebagai berikut.

  1. a) Karakter yang bersumber dari olah hati, antara lain beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, tertib, taat aturan, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotic.
  2. b) Karakter yang bersumber dari olah pikir antara lain cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif.
  3. c) Karakter yang bersumber dari olah raga/kinestetika antara lain bersih, dan sehat, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih.
  4. d) Karakter yang bersumber dari olah rasa dan karsa antara lain kemanusiaan, saling menghargai, gotong royong, kebersamaan, ramah, hormat, toleran, nasionalis, peduli, kosmopolit (mendunia), mengutamakan kepentingan umum, cinta tanah air (patriotis), bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan Secara psikologis karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat bagian, yakni olah hati, olah pikir, olah raga, olah rasa dan karsa. Olah hati berkenaan dengan perasaan sikap dan keyakinan/keimanan. Olah pikir berkenaan dengan proses nalar guna mencari dan menggunakan pengetahuan secara kritis, kreatif, dan inovatif. Olah raga berkenaan dengan proses persepsi, kesiapan, peniruan, manipulasi, dan penciptaan aktivitas baru disertai sportivitas. Olah rasa dan karsa berkenaan dengan kemauan dan kreativitas yang tecermin dalam kepedulian, pencitraan, dan penciptaan beretos kerja.

Sumber: https://dosenpendidikan.id/