Islamic Development Bank/Bank Pembangunan Islam (IBD)

Islamic Development Bank/Bank Pembangunan Islam (IBD)

Pengertian dan Sejarah Terbentuknya

The Islamic Development Bank (IDB) adalah institusi keuangan internasional yang didirikan sesuai dengan The Declaration of Intent yang diterbitkan oleh Conference of Finance Ministers of Muslim Countries yang diadakan di Jeddah pada tahun 1973, dengan tujuan untuk mempromosikan perkembangan ekonomi dan sosial dari komunitas muslim, baik negara anggota maupun non anggota yang sejalan dengan syariah Islam. Salah satu tujuannya yang penting adalah untuk membantu mendorong perdagangan antara negara muslim. IDB merupakan cabang keuangan dari Organization of The Islamic Conference (OIC).

Ide awal pembentukan bank islam internasional guna memayungi sistem keuangan negara-negara islam di seluruh dunia adalah proposal yang di ajuka oleh mesir pada sidang menteri luar negeri negara-negara islam (OKI) di karachi, pakistan bulan desember tahun 1970. Proposal ini berisi tentang studi pendirian Bank Islam internasional yang di fokuskan untuk perdagangan dan pembangunan (international Islamic Bank for trade and development) dan pendirian pederasi Bank Islam (federation of Islamic Bank). Proposal ini kemudian di kaji oleh 18 Negara Islam. Isi dari proposal tersebut mengusulkan sistem keuangan yang selama ini di dasarkan kepada bunga yang harus di ganti dengan sistem kerjasama dengan sekema bagi hasil, baik bagi untung maupun bagi rugi.

Hal-hal yang terkandung dalam usulan proposal tersebut sebgai berikut:

  1. Mengatur transaksi komersial antar negara-negara islam
  2. Mengatur institusi pembangunan dan investasi
  3. Merumuskan masalah trasnfer, kliring serta Settlement antar Bank islam sebagai langkah awal menuju terbentuknya sistem ekonomi Islam yang terpadu.
  4. Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di Negara-negara Islam.
  5. Mendukung upaya-upaya Bank Sentral di Negara Islam dalam hal pelaksanaan kebijakan-kebijakan yan sejalan dengan kerangka kerja islam
  6. Mengatur administrasi dan mendayagunakan dana zakat
  7. Mengatur kelebihan likuiditas Bank-bank Sentral Negara Islam
  8. Dan di usulkan pula pembentukan badan-badan khusus yang di sebut badan investasi dan pembangunan negara- negara islam.

Kelanjutan proposal yang diajukn oleh Mesir ini di agendakan kembali pada sidang menteri luar negeri Negara-negara Islam (OKI) di Benghazil Libya bulan maret 1973. Kemudian pada bulan juli 1973 Negara-negara islam penghasil minyak yang di wakili oleh komite ahli bertemu di Jeddah dalam rangka membicarakan pendirian bank islam internasional. Pada pertemuan ke dua, bulan mei 1974 dibahas rancangan anggaran dasar dan rancangan anggaran rumah tangga.

Akirnya rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau islamic development bank (IDB) di setujui pada sidang menteri keuangan OKI di jeddah tahun 1975.  Modal dasar pendirian IDB adalah 2 miliar dinar islam atau setara dengan 2 miliar special drawing  right (SDR). keanggotaan IDB seluruhnya adalah negara-negara yang tergabung dalam OKI. Saat ini IDB memiliki jumlah anggota 43 negara yang bertugas memberikan pinjaman bebas bunga untuk proyek infra struktur dan pembiyayaan kepada negara anggota berdasarkan partisipasi modal negara tersebut.

IDB berpusat di Jeddah dan memiliki kantor regional di Maroko, Malaysia, dan Kazakhstan, dan perwakilan di 8 negara anggota lainnya. Cabang dari bank hanya didirikan oleh negara anggota OIC. Gubernur bank dan Mentri Keuangan dari negar-negara Islam datang menghadiri pertemuan tahunan IDB yang mendiskusikan kegiatan dan kerja sama antar banknya. Dengan masuknya Uzbekistan pada bulan september 2003, jumlah anggota IDB yang awalnya 22 negara, dan sekarang telah mencapai 55 negara.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/