Hujan dan Banjir, Saatnya Ajak Anak Terlibat sebagai Agen Perubahan

Hujan dan Banjir, Saatnya Ajak Anak Terlibat sebagai Agen Perubahan

Hujan dan Banjir, Saatnya Ajak Anak Terlibat sebagai Agen Perubahan

Hujan dan Banjir, Saatnya Ajak Anak Terlibat sebagai Agen Perubahan
Hujan dan Banjir, Saatnya Ajak Anak Terlibat sebagai Agen Perubahan

Banjir melanda Jakarta dan sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Bagi daerah yang tidak terlanda banjir, seluruh saluran berita pasti sedang menyampaikan kabar terakhir situasi banjir.
Nah, sebenarnya ini waktu yang tepat untuk mengajak anak untuk terlibat sebagai agen perubahan. Sudah, berhenti bicara politik Moms. Ayo sama-sama menyalurkan energi positif ke lingkungan, terutama ke anak-anak tercinta kita.
Mengambil inspirasi dari Australian Psychological Society, pemahaman tentang lingkungan haruslah dimulai sejak anak usia dini. Untuk anak usia dini, tidak ada cara lain kecuali dengan pengertian sederhana dan memberi contoh.

Datangnya banjir, anak usia dini bisa diajak ke keran wastafel

dan tutuplah saluran pembuangan. Begitu juga dengan banjir, terjadi karena saluran air ke dalam tanah dan melalui sungai menuju ke laut tidak lancar. Mudah bukan?
Soal sungai anak bisa langsung diajak untuk bicara mengenai sampah. Bicaralah tentang hal-hal yang mencegah banjir yang bisa Anda lakukan setiap hari. Misalnya, dengan memberi penjelasan kenapa tidak boleh buang sampah sembarang, karena menyebabkan banjir.

Kalau mau melangkah lebih jauh, musim hujan ini bisa dimulai dengan menaruh sisa makanan di tong kompos, sehingga anak bisa diajak berkenalan dengan cacing dan makhluk kecil lainnya yang membantu tanah yang baik untuk menanam sayuran dan bunga.
Ajaklah anak untuk ikut serta memilah sampah sisa makanan, botol plastik, sampah dedaunan, dan lain-lain. Sediakan beberapa tempat sampah agar anak makin mudah ketika memilah sampah. Anak usia dini membutuhkan contoh konkret tindakan dan dilakukan berulang untuk memahaminya.
Kerjasama Banyak Orang

Untuk anak sekolah dasar mulailah dengan terbuka dan jujur bahwa banjir

disebabkan oleh kita semua, pemerintah, dan masyarakat gagal mengelola air.
Anak sekolah dasar, terutama kelas 4-6, sudah bisa diajak bicara tentang pentingnya lahan terbuka hijau, normalisasi sungai, dan kewajiban masyarakat untuk terlibat penuh dalam penanggulangan banjir.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/