GHADHAB (PEMARAH)

GHADHAB (PEMARAH)

GHADHAB (PEMARAH)

            Ghadhab asal kata bahasa arab yang artinya marah, sedangkan pemarah adalah orang yang lekas (mudah) marah.Adapun bentuk-bentuk marah bermacam-macam ada kalanya kelihatan dari wajahnya yang cemberut, mata yang melotot, berkata-kata kasar dan kotor hingga kadang-kadang sampai terjadi perkelahian, Sebagaimana sabda Rosullah SAW :

                  Artinya :“Bahwasanya marah itu merusak iman, seperti barang yang pahit merusak madu”.

 Rasulullah bersabda

      “Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda” Bukanlah orang kuat itu orang yang kuat dalam bergulat. Orang kuat yang sebenarnya adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

GHADHAB (PEMARAH)

         2.2.4.1BAHAYA SIFAT PEMARAH

  1. Merugikan diri sendiri maupun orang lain.
  2. Merupakan sumber pertengkaran, percekcokan dan menimbulkan kebencian dan permusuhan
  3. Lebih membawa kerusakan dan kemudlorotan bagi dirinya maupun orang lain.
  4. Permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan baik
  5. Menyebabkan terputusnya tali persaudaraan sesama muslim.

2.2.4.2 CARA MENGHINDARI PEMARAH

  1. Lebih baik mengalah dari pada menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
  2. Jangan bicara yang menyinggung perasaan orang lain, jika salah kita ingatkan dengan cara yang baik.
  3. Selalu memberi maaf dengan tulus ikhlas,

Sebagaimana firman Allah :

Artinya :“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik[1345] Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. “(Q.S. Asy Syura : 40)

2.2.5 GHIBAH DAN NAMIMAH

            Ghibah dalam bahasa kita disebut mengumpat dan mengunjing adalah menyebut atau memperkatakan seseorang dibelakang dirinya dengan apa yang dibencikan, ghibah terjadi disebabkan dari dengki, mencari muka atau berolok-olok dengan tujuan untuk menjatuhkan martabat orang yang diumpat.

            Sedangkan namimah (adu domba) adalah menyampaikan perkataan seseorang atau menceritakan keadaan seseorang atau mengabarkan pekerjaan seseorang kepada orang lain dengan maksud adu domba antara keduanya atau merusakkan hubungan baik antara mereka.

Firman Allah, QS. Al- Hujarat 12 :

Artinya  :         “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

baca juga :