Gerakan Satu Minggu Satu Buku

Gerakan Satu Minggu Satu Buku

Gerakan Satu Minggu Satu Buku

Gerakan Satu Minggu Satu Buku
Gerakan Satu Minggu Satu Buku

Pada tahun 2011, saya pernah membuat tulisan berisi opini pendek di blog ini dengan judul “Gerakan Satu Minggu Satu Buku” (Baca DI SINI). Tulisan pendek yang hanya terdiri atas dua paragraf itu mempunyai tujuan untuk menggerakkan pembaca blog agar bisa menyempatkan membaca satu buku dalam satu minggu. Hal ini terinspirasi dari beberapa gerakan seperti “Satu Hari 1 Ayat” yang bertujuan untuk bisa menghafalkan satu ayat dalam satu satu bagi orang yang beragama Islam. Ada juga gerakan “Satu Hari 1 Juz” yang bertujuan untuk bisa membaca Alquran sebanyak satu juz dalam waktu sehari.

Berdasarkan penelusuran jejak digital, kini ada gerakan yang dinamakan One Week One Book (Sumber baca DI SINI). Gerakan ini pun sudah ada komunitasnya. Setiap anggota harus membaca minimal satu buku dalam satu minggu. Ulasan tentang buku yang sudah dibaca dan isinya juga diharuskan diposting di media sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban. Adanya komunitas dan gerakan ini tentunya juga bisa mendorong geliat literasi di masyarakat. Apalagi sekarang, berita hoaks mengancam di segala lini media sosial. Dengan cara banyak membaca, tentunya kita semakin kritis dalam memfilter informasi yang kita terima.

Pada tahun 2017, ada pula gerakan kampanye “Gerakan Baca 1 Minggu 1 Buku” yang dilaksanakan di acara Car Free Day di Bandung (Sumber baca DI SINI). Gerakan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan minat baca di masyarakat. Pasalnya, minat baca buku masyarakat Indonesia secara umum masih sangat rendah. Dengan adanya gerakan kampanye ini, bisa menjadi pengingat sekaligus ajakan untuk rajin baca buku sehingga bisa menumbuhkan generasi yang terbiasa bersahabat dengan buku.

Gerakan satu minggu satu buku bisa ditanamkan sejak dini di rumah sebagai bentuk praktik pembiasaan literasi yang baik. Hal terpenting dalam melaksanakan gerakan ini adalah tidak adanya alasan memaksa. Jika anak merasa terpaksa, justru gerakan ini bisa menjadi boomerang bagi minat literasinya. Gerakan ini bisa dimulai dengan buku-buku yang tipis terlebih dahulu. Setelah mampu menyelesaikan satu buku dalam satu minggu, berikan apresiasi dan pujian untuk anak-anak sehingga mereka dihargai dan bersemangat lagi membaca buku selanjutnya. Selamat berliterasi.

#SahabatKeluarga
#LiterasiKeluarga

Baca Juga :