FOOD CHAINS

FOOD CHAINS

FOOD CHAINS

FOOD CHAINS
FOOD CHAINS

 

Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain

Dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik.

  • Hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungan itu membentuk suatu sistem .
  • Sistem yang terbentuk bisa berupa sistem hubungan mahkluk hidup dengan lingkungan biotik , namun bisa juga antar mahkluk hidup dengan lingkungan Abiotik
  • Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan lingkungan hayati dan non hayati itu membentuk sistem ekologi yang disebut Ekosistem.

 

Tentu yang terpenting yang harus diketahui

Mengapa Mahkluk hidup itu harus berhubungan di lingkungan ? kenapa dan bagaimana kalau ia nya soliter tanpa mempedulikannya ? Inilah sebenarnya Rohnya pembelajaran yang berbasis ekologi dimulai , sehungga kita bisa memahami apa artinya lingkungan (Environment)

  • Di lingkungan Mahkluk hidup akan berhubungan dengan mahkluk hidup dan tak hidup , tidak bisa soliter , menyendiri , tidak bisa membentuk konsep individu
  • Di lingkungan Mahkluk hidup akan berhubungan dengan mahkluk hidup dengan tujuan ingin mendapat kan makanan dengan memakan mahkluk hidup lain atau memanfaatkan energi dari mahkluk hidup yang lain
  • Di lingkungan Mahkluk hidup akan berhubungan dengan mahkluk hidup agar bisa bersosialisasi bisa sesamanya ataupun  lainnya dengan tujuan membentuk populasi , komunitas untuk simbiotis ataupun untuk sekedar reproduksi sehingga menurunkan keturunnya agar tetap eksis di lingkungan
  • Di lingkungan Mahkluk hidup akan berhubungan dengan lingkungan tak hidup atau abiotik agar bisa menempatinya sebagai habitat atau mencari materi yang tidak bisa terpenuhi dari hubungannya dengan mahkluk hidup . OK
  • Maka kemudian pada sistem hubungan ini  terjadi hubungan antar mahkluk hidup yang membentuk rantai makanan atau jaring makanan , sehingga tercipta aliran energi, dan siklus biogeokimia.

Komponen itulah yang harus dimaknai dalam belajar Ekologi secara sederhana

Dalam postingan ini sengaja hanya akan dibahas hal yang berhubungan dengan makan memakan antar mahkluk hidup yang membentuk rantai makanan karena Emang penting makan bagi mahkluk hidup . ada yang bilang Hidup untuk makan dan ada pula yang bilang makan untuk hidup OK

Rantai makanan adalah pengalihan energi yang diawali dengan pemindahan materi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.

Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu

  1. rantai pemangsa
  2. rantai parasit
  3. rantai saprofit.
  4. Rantai Pemangsa/Rantai Perumput Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
  5. Rantai Parasit Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
  6. Rantai Saprofit/rantai Detritus Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan.
Peran dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida yang penting bagi fotosintesis. Apa yang terjadi jika di dunia ini tidak ada bakteri pengurai dan jamur saproba?
Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen ataupun dekomposer.