Berbagai penelitian neurofeedback

Berbagai penelitian neurofeedback

Berbagai penelitian neurofeedback

Berbagai penelitian neurofeedback
Berbagai penelitian neurofeedback

Namun bagaimana literatur ilmiah berbicara tentang neurofeedback therapy ini? Hingga saat ini masih belum ada kesimpulan yang konklusif tentang keberhasilan kerja neurofeedback ini. Sejak pertama kali percobaan neurofeedback dari tahun 1960 sudah ada sekitar 1000 publikasi neurofeedback therapy ini. Kebanyakan studi-studi itu menunjukkan bahwa laporan studi itu harus disingkirkan karena adanya masalah:

tidak ada kelompok kontrol, kelompok percobaan terlalu kecil, adanya perbedaan pemberian perlakuan – orang percobaan terlalu bervariasi, diagnosanya tidak jelas, kriteria tidak jelas, kesimpulan peneliti tidak benar, tidak meliwati bijak bestari (peer reviewers), statistik salah, tidak menunjukkan disain sebelum dan sesudah perlakuan (before and after treatment), dan tidak ada studi lanjutan yang spesifik.

Penelitian-penelitian yang dilakukan pada anak-anak bermasalah belajar, gangguan konsentrasi dan disleksia, menunjukkan bahwa ada kemajuan dalam konsentrasi namun saat dilakukan pemeriksaan kemajuan prestasi sekolah tidak menunjukkan apa-apa. Akhir kata, neurofeedback therapy ini terlalu banyak janji dan ujungnya selalu diisi dengan: perlu penelitian lebih lanjut. Padahal sudah 50 tahun dilaksanakan penelitian untuk ini.

Placebo effect

Di banyak negara maju seperti di Eropa, memang sudah banyak tumbuh klinik-klinik neurofeedback therapy ini. Namun hingga saat ini terapi semacam ini masih dianggap sebagai terapi alternatif moderen. Belum masuk ke dalam terapi reguler dari bidang psikologi dan psikiatri. Karena itu masih belum dibayar oleh penggantian asuransi. Pasien psikiatri yang tidak menginginkan menggunakan obat-obatan psikotropika dari psikiater, apabila memang mempunyai uang dan membayar sendiri bisa memilih terapi ini. Terutama pada pasien gangguan konsentrasi, ADHD, atau depresi.

Namun dalam berbagai tawaran dengan menggunakan terapi ini, klinik-klinik tersebut juga menyediakan jasa psikolog sebagai pendamping dan psaien mendapatkan juga terapi lain yang dibutuhkan dari psikolog. Dengan begitu kita menjadi tidak tahu lagi apakah perbaikan terapi itu karena memang efek neurofeedback atau memang bimbingan dari psikolog. Sehingga orang sering juga mengatakan bahwa perbaikan yang dicapai oleh pasien hanyalah placebo effect.

Sumber : https://uberant.com/article/624699-dosenpendidikan-releases-abrand-new-article-onthe-respiratory-system-of-differen/