Bantu Jualkan Sayuran dari Petani Desa Sukamakmur, Mahasiswa IPB Raih Juara III Pemuda Inspiratif 2018

Bantu Jualkan Sayuran dari Petani Desa Sukamakmur, Mahasiswa IPB Raih Juara III Pemuda Inspiratif 2018

Bantu Jualkan Sayuran dari Petani Desa Sukamakmur, Mahasiswa IPB Raih Juara III Pemuda Inspiratif 2018

Bantu Jualkan Sayuran dari Petani Desa Sukamakmur, Mahasiswa IPB Raih Juara III Pemuda Inspiratif 2018
Bantu Jualkan Sayuran dari Petani Desa Sukamakmur, Mahasiswa IPB Raih Juara III Pemuda Inspiratif 2018

Muhammad Yusuf, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menjadi Juara III

Pemuda Inspiratif yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di Cibinong City Mall, Bogor, Oktober 2018 lalu.

Mahasiswa dari Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan (Fahutan) yang akrab disapa dengan Yusuf ini melakukan sebuah kegiatan yang diaplikasikan langsung di masyarakat Desa Sukamakmur, Bogor.

“Saya mengambil bidang pertanian pada lomba tersebut yang fokus pada aplikasi ilmu agroforestri dalam mendukung mandiri pangan. Agroforestri itu ilmu penanaman yang mengkombinasikan antara tanaman kehutanan dan pertanian, namun pelaksanaannya masih banyak yang gagal,” jelas Yusuf.

Kegiatan agroforestri yang dirancang oleh Yusuf di Desa Sukamakmur

bernama “Agrovill” atau Agroforestry Village yang memiliki dua program yakni agropekarangan dan agroforestcenter. Agropekarangan fokus pada tanaman hortikultura dan tanaman pokok untuk makanan sehari-hari dan selebihnya bisa diolah atau dijual melalui home industry. Sedangkan agroforestcenter lebih mengutamakan pada tanaman kebun, tanaman hutan, perikanan, dan juga hortikultura. Semua produk tersebut dikembangkan sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, output lain yang bermanfaat bagi masyarakat adalah terbentuknya lembaga masyarakat yang mengelola sumberdaya manusia setempat.

“Selama pelaksanaannya, masyarakat antusias untuk mengikuti jenis kegiatan yang diberikan. Tidak hanya itu, pada program agropekarangan ada beberapa tanaman yang sudah bisa dipanen. Program agroforestcenter juga sudah membangun kolam ikan dan tanaman kebun,” tutur Yusuf.

Seluruh produk hasil pengembangan masyarakat, oleh Yusuf dipasarkan

menggunakan sistem e-commerce agar bisa bersaing dengan pasar modern. Sistem tersebut akan diimplementasikan dalam jangka pendek ketika kegiatan dari program telah berhasil dijalankan. Sistem yang berjalan berbentuk seperti layanan online shop dan platform pangan. Dari kegiatan yang dicetuskan, Yusuf berharap dapat diaplikasikan dan diteruskan oleh masyarakat binaannya serta bisa diterapkan di desa lain.

“Di samping itu, perlu dukungan oleh pemerintah dan lembaga terkait bahwa kegiatan ini penting dan berdampak baik bagi masyarakat. Target saya ke depannya ingin membangun platform yang memasarkan berbagai pangan pokok yang dapat diakses dan dijual hingga kancah internasional,” tutup Yusuf. (NIN/Zul)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/