Asas Psikologi

Table of Contents

Asas Psikologi

Hubungan psikologi dengan pendidikan yaitu bagaimana budaya, keterampilan, dan  nilai-nilai masyarakat dipelajari, dari generasi tua hingga generasi muda agara identitas masyarakat terpelihara. Dengan adanya psikologi maka pendidik akan tahu bagaimana sifat-sifat dan perilaku peserta didik sehingga mampu menyampaikan materi dengan baik dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik sehingga tujuan pendidikan akan tercapai. [10]

  1. Asas Motivasi

Pendidik harus berusaha membangkitkan minat peserta didiknya sehingga seluruh perhatian mereka tertuju dan terpusat pada bahan pelajaran yang sedang disajikan. Asas motivasi dapat diupayakan melalui pengajaran dengan cara yang menarik sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, mengadakan selingan yang sehat, menggunakan alat-alat perasa yang sesuai dengan sifat materi, menghindari pengaruh yang mengganggu konsentrasi peserta didik, mengadakan kompetesi sehat dengan memberikan hadiah hukuman yang bijaksana.[11]

  1. Asas Apersepsi

Mengalami dalam proses belajar erarti menghayati suatu situasi aktual yang sekaligus menimbulkan respon-respon tertentu dari pihak peserta didik, sehingga memperoleh perubahan pola tingkah laku (pematangan dan kedewasaan) , perubahan dalam perbendaharaan konsep-konsep (pengertian), dan kekayaan akan informasi. Apersepsi adalah gejala jiwa yang dialami jika kesan baru masuk ke dalam kesadaran seseorang yang berjalin dengan kesan-kesan lama yang sudah dimiliki disertai proses pengelolaan, sehingga menjadi kesan yang lebih luas. Asas apersepsi bertujuan menghubungkan bahan pelajaran yang akan diberikan dengan apa yang telah dikenal oleh peserta didik.

  1. Asas Korelasi

Peristiwa belajar mengajar adalah menyeluruh mencakup berbagai dimensi yang kompleks dan saling berhubungan.  Itulah sebabnya dalam setiap pengajaran, pendidik hendaknya menghubungkan suatu bahan pelajaran dengan bahan pelajaran lainnya, sehingga membentuk mata rantai yang erat. Asas korelasi akan menimbulkan asosiasi dan apersepsi dalam kesadaran sekaligus membangkitkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran. Seperti yang terdapat dalam firman Allah SWT berikut yang menganjurkan untuk mengorelasikan sesuatu pada sesuatu yang lain : “Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagimana kesudahan orang-orang sebelum mereka, dan sesungguhnya kampung akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, maka tidaklah kami memikirkannya”. (QS. Yusuf: 109) .[12]