Aksara dan Seni Sastra

Aksara dan Seni Sastra

Wujud akulturasi dalam seni sastra terlihat dari tulisan / aksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf Arab Melayu dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil sastra yang berkembang pada jaman Hindu. Bentuk seni sastra yang berkembang sebagai berikut.

A. Hikayat yaitu cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh sejarah.
B. Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi.
C. Suluk adalah kitab yang membentangkan soal – soal tasawwuf.

Bentuk seni sastra tersebut di atas, banyak berkembang di Melayu dan Pulau Jawa, kedatangan Islam ke Indonesia membawa pengaruh cukup besar bagi kebudayaan Indonesia. Tetapi bukan berarti menghapus semua yang ada sebelumnya. Misalnya, kesenian wayang yang telah ada sebelum kedatangan Islam. Bahkan wayang ini digunakan para wali untku menyebarkan agama Islam.

3. Sistem Pemerintahan

Dalam Pemerintahan, sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu dan Buddha. Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar Sultan atau Sunan seperti halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi dimakamkan di Candi tetapi dimakamkan secara Islam.

4. Sistem Kalender
Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal kalender Saka. Dalam kalender Saka ini ditemukan nama – nama pasaran hari seperti legi, pahing, pon, wage, dan kliwon. Setelah berkembangnya Islam Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan seperti tahun Hijriah. Nama – nama bulan yang digunakan adalah 12, sama dengan penanggalan Hijriyah.

Demikian pula, nama – nama bulan mengacu pada bahasa bulan Arab yaitu
1. Sura (Muharram),
2. Sapar (Safar),
3. Mulud (Rabi’ul awal),
4. Bakda Mulud (Rabi’ul akhir),
5. Jumadilawal (Jumadil Awal),
6. Jumadilakir (Jumadil Akhir),
7. Rejeb (Rajab),
8. Ruwah (Sya’ban),
9. Pasa (Ramadhan),
10. Sawal (Syawal),
11. Sela (Dzulqaidah),
12. Besar (Dzulhijjah).

 

Sumber: https://pulauseribumurah.com/